Kasih AI akses ke Proxmox-mu. Bukan kasih dia kuncinya.
Agent-nya nggak dapat shell dan nggak pernah megang token Proxmox. Dia cuma boleh manggil tool yang kamu daftarkan sendiri — dan tiap perubahan berhenti di gerbang CONFIRM sampai kamu yang nekan. Angka di pojok itu node lab beneran, bukan mockup.
gulir ke bawah · geser mouse buat lihat sekeliling
Nggak ada SSH. Nggak ada shell. Cuma tool.
Tiap tool punya skema parameter, divalidasi di server, baru diterjemahkan jadi request ke Proxmox REST API pakai API token least-privilege milik organisasi itu. Model-nya sendiri nggak pernah lihat kredensialnya. Endpoint console, baca file, dan eksekusi perintah diblokir di layer tool.
Jam 3 pagi AI salah eksekusi. Siapa yang tanggung jawab?
Yang nekan Confirm — dan namanya kecatat di audit log, lengkap sama IP dan parameternya. Makanya tiap aksi yang ngubah state lewat empat tahap yang sama, mau dipanggil dari chat, dashboard, atau skill di laptopmu.
Pasang di Claude Code atau Codex kamu sendiri.
Tool yang muncul ngikut role API key-mu. Key readonly nggak akan pernah lihat tool yang nulis — bukan ditolak pas dipanggil, tapi emang nggak ada di daftar tool-nya. Jadi model-nya nggak bisa iseng nyoba. Nggak perlu Node, cukup curl.
# terbitkan API key di dashboard, lalu
$ git clone .../hamimistimewa/proxmox-ai-mcp
$ ./install.sh --url https://proxmox.ai.id \
--key pak_…
✓ Claude Code · Codex · Cursor
$ pmx get /nodes
$ pmx propose guest_power vmid=101 \
operation=shutdown
! proposal 42 menunggu confirm
$ pmx confirm 42
Dipakai harian. Dan dibedah di JDD 2026.
Sesi “Bangun AI Agent untuk Kelola Proxmox-mu Sendiri”: kita mulai dari nol — definisikan tool, sambungkan ke Proxmox REST API, lalu bangun guardrail-nya. Pulang bawa kode yang jalan, bukan slide.
Udah punya akses? Masuk lewat link organisasimu dari email undangan.